JKT48 Ghaida Farisya Japanese Fansite

ガイダの故郷 Labuan旅行記 ( Perjalanan ke Labuan )

自分のことをよくorang kampung(田舎者)だと言っているガイダ。
故郷のLabuan(ラブアン)はどんな所なのでしょう?
ジャカルタ在住の @dam4jakarta さんが、日帰り旅行に行ってきました。

(日本語/インドネシア語 二ヶ国語表記です♪)
(ditulis dalam bahasa Jepang / bahasa Indonesia♪)


Labuanについては、弁論大会でも語っています。
なかなか大変そうな場所ですが・・・。
ガイダの原点という感じで興味深いです。

◆ガイダの故郷、ラブアン ( Labuan, kampung halaman Ghaida )

2015年5月13日、ガイダの生まれ故郷であるジャワ島西端のラブアンに日帰りで一人旅をしてきた。ガイダが色んな機会に語っている子供時代の話を読んでいるうち、ラブアンに興味が湧いてきたからだ。

事前に知っていたのは、とにかく大変な田舎らしい、ということだけ。

ラブアンへは、私の住んでいるジャカルタから恐らく唯一の交通手段である長距離バスに乗って行った。運賃は4万ルピア(370円)、所要時間4時間の長旅だ。

朝7時ごろ、ジャカルタのバスターミナルから出発した。バスはこの国のご多分に漏れず車体が古く、シートも破れているなど乗り心地は良くない。エアコンもついておらず、窓を開けなければ到底暑さに耐えられなかった。ガイダも昔はこんな苦労をしていたのだろうか。

バスは満員で、車内には物売りや流しがひっきりなしに入ってくる。おまけに途中のセランからは険しい山道が2時間ほど続き、11時ごろラブアンに着いたときには既にヘトヘトに疲れ切っていた。

Pada 13 Mei 2015, saya jalan-jalan seharian ke Labuan, kampung halaman Ghaida yang terletak di ujung barat pulau Jawa. Saya tertarik Labuan karena saya sering membaca kisah masa kecil yang diceritakan Ghaida dalam berbagai kesempatan.

Sebelum ke sana, yang saya tahu tentang Labuan adalah hanya kampung yang sangat terpencil.

Saya pergi ke Labuan dari Jakarta dengan bus jarak jauh, ini cara menempuh yang mungkin satu-satunya. Tarif bus Rp.40.000, dan waktu menempuh 4 jam, jadi memang perjalanan panjang.

Saya berangkat dari terminal di Jakarta pada pukul 7 pagi. Seperti bus-bus lain di negeri ini, tak terkecuali bus ini pun sudah tua, tempat duduknya robek jadi kurang nyaman. Bahkan tidak ber-AC, maka kepanasannya tidak bisa sabar kalau tidak membuka jendera. Saya membayangkan, apakah Ghaida juga pernah memgalami kesulitan seperti ini?

Penumpang penuh, apalagi pedagang dan pengamen berganti-ganti masuk ke bus. Apalagi setelah Serang, bus melewati daerah pergunungan selama hampir 2 jam, maka waktu saya tiba di Labuan pada pukul 11, sudah cukup lelah.
l02 l01 l04

◆昔ながらの街並み ( Kota tua )

着いてからがまた大変で、ターミナルの周りには何もない。本当に田舎だ。仕方なく、道端に停まっていたオジェック(バイクタクシー)と交渉し、とにかく街の中心部まで行ってもらうことに。所要時間は約10分、料金は1万ルピアだった。

ようやく中心部に着くと、そこには数十年前にタイムスリップしたような昔ながらの街並みが広がっていた。ここが、ガイダが子供時代を過ごした場所なのか、と不思議な感慨が湧いてくる。

中心部の一角にある市場では、色々なフルーツや鶏肉などがところ狭しと並べられ、食材を買い込んだ主婦たちがベチャ(人力車)に乗ってゆっくり往来している。学校帰りの子供達も多かった。

海の方向に歩いて行くと、ほどなく漁港や魚市場があり、港内にはたくさんの漁船が停泊していた。典型的なジャワ島の小さな漁村といった風情だ。

腹ごしらえのため、屋台でブブールアヤム(鶏肉入りのおかゆ)を食べる。値段は5000ルピア。ジャカルタよりもずっと安い。ラブアンの物価は、ジャカルタのおおよそ半分という感覚だった。

Kesulitan masih berlanjut setelah tiba di Labuan, tidak ada apa-apa di sekitar terminal. Benar-benar kampung. Jadi saya terpaksa tawar-menawar dengan sopir ojek di pinggir jalan untuk menuju ke pusat kota. Waktu menempuh 10 menit, ongkos Rp.10.000.

Setelah sampai di pusat, saya baru melihat sebuah lanskap kota tua yang bagaikan time slip ke puluhan tahun lalu. Saya terharu dan merasa ajaib, di sini kah tempat Ghaida hidup selama masa kecil.

Di pasar, terlihat jualan seperti buah-buahan dan daging ayam diletakkan padat, dan ibu-ibu yang belanja bahan makanan bolak-balik dengan becak. Terlihat juga anak-anak yang pulang dari sekolah.

Berjalan kaki ke arah laut, tak lama menemukan pelabuhan ikan dan pasar ikan, dan di dermaga banyak perahu tersandar. Suasananya tipikal desa nelayan di pulau Jawa.

Untuk mengisi perut lapar, saya makan bubur ayam di kaki lima. Harganya Rp.5.000. Jauh lebih murah daripada Jakarta. Rasanya harga barang-barang di Labuan kurang lebih separuh dari Jakarta.
l03 l06 l07

◆パシール・プティ ( Pasir Putih )

食べ終わって、さてこれからどうしようと考えていると、屋台のおじさんがどこへ行くのかと聞いてきた。海岸を見てみたいと答えると、自分のバイクで連れていってくれるという。親切な人だ。交通の不便なラブアンでは、バイクの相乗りは割に普通のことらしい。

バイクで15分ほど北上し、パシール・プティ("白砂"の意)というビーチに到着。その名の通り砂が白く、景色もなかなか良い。休日には家族連れでにぎわうそうだが、この日は平日で人が全くいなかった。おかげで、沖合を行く漁船を木陰で眺めながらしばらくうたた寝をし、疲れを癒すことができた。

その後、街へ戻ろうとしたのだが、ラブアンにはバスもタクシーも走っておらず、交通機関はオジェックとアンコット(バン型の乗り合いミニバス)だけ。途中まで歩いてみたが、さすがに炎天下では無理があり、今度はアンコットに乗ってみた。街までは6000ルピアで、オジェックよりも幾分安い。
Waktu saya berpikir tentang kegiatan selanjutnya bapak pedagang kaki lima menanyakan saya mau ke mana. Saya menjawab mau ke pantai, lalu dia bilang dia bisa mengantarkan saya ke pantai dengan motor miliknya. Orangnya sederhana dan baik. Di Labuan, akses jalan masih belum cukup maka kayaknya banyak penduduk naik motor berbarengan.

Setelah menuju ke utara dengan motor sekitar 15 menit, tiba di pantai Pasir Putih. Seperti namanya, memang pasirnya putih. Katanya pada hari libur banyak keluarga meramaikan pantai ini, tetapi hari itu hari biasa maka tidak ada orang sama sekali. Berkat itu saya bisa tidur sebentar di bawah pohon sambil melihat perahu yang melalui lepas pantai, dan bisa meredakan kelelahan.

Setelah itu saya mau balik ke pusat kota、tetapi di Labuan tidak ada bus kota maupun taksi, angkutan yang ada hanya ojek dan angkot. Saya mencoba berjalan kaki tetapi sulit di bawah sinar matahari yang gerah, maka kali ini naik angkot. Ongkosnya Rp.6.000, sedikit lebih murah daripada ojek.
l08 l11 l05

◆コーヒー店での交流 ( Pergaulan di toko kopi )

街へ戻ると、 市場の近くにモダンなコーヒー店を発見したので入ってみた。モダンといっても小さな民家を改装しただけの簡素な構えだ。ただ、ここはフリーwifiが設置されており、ネット接続の悪いラブアンでは貴重な場所だった。

お店では地元の人たちから色々な情報を聞くことができた。人々の主な情報源が今でもラジオ(クラカタウ・ラジオというFM局が人気)であること、パシールプティの近くには「リッポー・チャリタ」という立派なリゾート施設があること、等々。

日本人の来客は珍しいということで、こちらも日本のことばかり質問攻めに。話し込んでいるうち夕方になったので、名残惜しかったが帰途に就くことにした。お店の人やお客さんたちは、通りがかりのオジェックを捕まえて料金の交渉をしてくれたり、最後まで本当にいい人たちだった。
Setelah berhasil balik ke pusat kota, saya menemukan sebuah toko kopi modern di dekat pasar. Modern tetapi rupanya sederhana, hanya merenovasi rumah kecil. Tetapi di situ ada free wifi, makanya tempat berguna di Labuan yang lingkungan internetnya belum begitu lengkap.

Di toko itu saya bisa mendapat berbagai informasi dari penduduk setempat. Misalnya, sumber utama tentang informasi sehari-hari adalah radio (yang populer Krakatau Radio, stasiun fm setempat), atau, dekat pantai pasir putih ternyata ada sebuah resort mewah bernama Lippo Carita, dan lain-lain.

Karena tamu orang Jepang jarang datang, maka saya juga ditanyakan tentang Jepang secara terus-menerus. Setelah berbincang-bincang sampai sore, saya mau pamit dan pulang ke Jakarta walaupun masih sayang meninggalkan dari situ. Pemilik toko dan tamu-tamu pun ikut mencari ojek dan tawar-menawar dengan sopir untuk saya, semuanya sangat baik sampai saya pamit.
l09 l14 l15

◆懐かしい街 ( Nostalgia )

ラブアンの印象を一言で言えば、やはり「懐かしい街」ということに尽きるだろうか。ジャカルタや観光地では失われつつある人々の素朴さが、やはりまだふんだんに残っている気がした。

思っていた以上に田舎で、名物も見つけることはできなかったが、ジャカルタの倍はゆっくり流れていそうな時間に浸れただけでも楽しかった。ただ、建物やインフラの多くは老朽化しており、ここに住むのはものすごく不便だろうな、ということも容易に想像できた。

ガイダは将来、ラブアンに学校を建てたい夢を持っているそうだが、もし本当に実現することがあれば、どんなに役立つことだろう。私もラブアンの街を見て、微力ながらぜひ協力してみたいと思った。そのうちまた、再訪する機会があればいいなと思っている。(了)
Kalau saya menggambarkan kesan tentang Labuan dalam satu kata, mungkin "Nostalgia" adalah kata tepat. Di sana masih banyak ditemukan kesederhanaan orang yang mungkin sudah mulai hilang di Jakarta maupun daerah pariwisata lain.

Labuan memang kampung yang lebih dari saya menduga, apalagi saya tidak bisa menemukan barang khas apa-apa, tetapi tetap senang karena saya merasa bagaikan aliran waktu 2 kali lipat lambat daripada Jakarta. Tetapi kebanyakan bangunan dan infrastruktur sudah tua dan runtuh, jadi mudah dibayangkan juga tinggal di sini ini sangat sulit.

Ghaida pernah mengatakan cita-citanya adalah membangun sekolah di Labuan. Saya berpikir, kalau benar-benar bisa mewujudkan, betapa bermanfaat cita-cita itu. Setelah saya melihat Labuan, saya juga berharap bisa kontribusi cita-cita itu walaupun sedikit. Dan saya berharap bisa berkunjung lagi ke Labuan pada suatu hari nanti. (END)
l12 l17 l13

↑ PAGE TOP